HeadlineKutai TimurPolitikRagam

Andi : “Sangatta Bukan Tuan Rumah Yang Baik Untuk Aliran Musik Keras”

ABK Berikan Ruang Musisi Metal Berekspresi

Upnews.id, Sangatta – 8 Band metal ambil bagian dalam Ruang Raung Sawai Borneo malam tadi (1/3/2020) di Graha Amar Jalan Yos Sudarso 4, Sangatta. Acara yang disponsori oleh ABK Entartainment itu, sebagai wadah kaum millenial Kutai Timur khususnya pecinta musik cadas untuk dapat menunjukan karyanya dikhalayak ramai.

Menurut keterangan Rustam Effendi Lubis, Band yang tampil yakni Senoni, Eleven O’Closk, Illegal, Rock To Billy, Danska, Metalfreak, Teralist, Kombenk, serta band Kapital sebagai bintang tamu. “Kita harapkan hadinya band yang telah memiliki karya dapat memancing band-band di Sangatta, dapat mengikuti jejak Kapital yang telah terjun dikancah Nasional hingga Internasonal,” ujar Lubis.

“Kita dari ABK hanya memfasilitasi mereka (band metal) yang selama ini sulit menampilkan karnyanya, dengan menyiapkan wadah, panggung, sound dan fasilitas. Sementara untuk tiket yang dijual Rp. 25 Ribu, mereka yang atur untuk operasional,” tambahnya.

Sulitnya akses bagi band aliran keras untuk menggelar acara musik, dibenarkan oleh band-band yang tampil dalam Ruang Raung Sawai Borneo. Salah satunya Andi Ardianto vocalis Metalfreak Sangatta, yang menceritakan ada beberapa titik yang memang melarang band-band metal untuk manggung, lantaran ada konotasi metal rusuh. Padahal, saat dirinya berada di panggung selalu mempengaruhi penonton supaya tidak rusuh, agar kedepan dapat tampil lagi.

“Sangatta bukan tuan rumah yang baik untuk aliran musik keras, karena ada beberapa titik yang melarang kita main, kita diblack list. Padahal, Saat kita tur ke luar daerah ujung-ujungnya kita membawa nama Sangatta, tapi saat memiliki gagasan mengadakan event di daerah sendiri tanggapan Pemerintah kurang,’ tegas Andi.

Pentolan group band yang telah melahirkan beberapa karya itu menganggap, Pemerintah dan masyarakat masih termakan stigma negatif mengenai anak metal. Atau mungkin lantaran Sangatta merupakan kota kecil sehingga pemikirannya masih kolot, berbeda dengan Samarinda.

Sementara itu, pasangan ABDI (Sayyid Abdal Nanag Al Hasani dan Rusmiati) memanfaatkan moment itu untuk memperkenalkan diri bakal maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah Kutai Timur. Menurut Abdal, tidak seharusnya meng kotak-kotakan genre musik di Kutim ini, lantaran seni harus dikembangkan dan diperjuangkan.

“Kami siap mengubah Kutai Timur kearah yang lebih baik, tidak ada lagi yang menghalangi Rock, Metal, di Kutai Timur. Semua musik bakal dikembangkan bukan hanya dangdut, Metal itu keras, tetapi keras dalam kebaikan. Metal Berjaya,” tegas Abdal.

Melihat fenomena yang terjadi di Sangatta, Akbar personel group band Kapital yang telah terjun ke industri musik tanah air, meyakinkan pecinta dan penggiat musik keras di Kutai Timur. Bahwa pada prinsipnya metal cukup militant di dunia dan Indonesia lantaran metal merupakan akar dari music, sehingga tidak akan tergerus oleh aliran apapun.

Dirinya juga mengapresiasi Sayid Abdal Nanang Al Hasani, yang telah memberikan wadah bagi potensi musik metal di Sangatta. “Kapital mengucapkan terimakasih, diperlukan lebih banyak tokoh masyarakat yang peduli dengan musik-musik keras seperti Abdal Nanag. Rock On untuk Pak Abdal Nanag,” tutup Akbar. (nz)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close